Hmmm,,,
Tenyata kau lupa, kawan..
Kau tak ingat, saat kau rapuh dulu,, bahu siapa yg kau gunakan untuk bersandar.
Kau tak ingat, saat kau ragu dulu,, suara siapa yg slalu mengingatkan.
Sekarang,, kau lupakan.!
Teruskanlah kawan,, jika kau sudah temukan siapa dirimu sebenarnya, jika kau sudah bangga dg dirimu sekarang,, berjalanlah. Usah kau tengok lagi ke belakang, karena aku pun akan berjalan ke depan, meninggalkan tempat biasa aku berdiri.
Kawan,, jika di perjalanan kelak kau temukan lagi benturan, kau boleh diam sejenak untuk memikirkan kembali secarik cerita yg kau tinggalkan jauh di belakang. Hanya saja,, kau tak boleh menyesali. Karena percuma saja,, itu semua tak akan kembali lagi.
Biar waktu yang akan mengajarimu, memperhatikanmu, menguatkan hatimu, menasehatimu, mendewasakanmu,, karena waktu akan terus berputar, ada atau pun tidak ada aku di sini.
Kawan,, tak sedikitpun ada dendam di hati,, hanya sedikit iba yg terasa. Namun itu wajar saja,, karena ada segores luka. Tenanglah,, akan aku sembuhkan seiring waktu, seiring perjalananku sendiri.
Kawan,, jika aku diam membisu, bukan berarti aku tak peduli. Aku,, hanya tak ingin lagi membebani.
Tenyata kau lupa, kawan..
Kau tak ingat, saat kau rapuh dulu,, bahu siapa yg kau gunakan untuk bersandar.
Kau tak ingat, saat kau ragu dulu,, suara siapa yg slalu mengingatkan.
Sekarang,, kau lupakan.!
Teruskanlah kawan,, jika kau sudah temukan siapa dirimu sebenarnya, jika kau sudah bangga dg dirimu sekarang,, berjalanlah. Usah kau tengok lagi ke belakang, karena aku pun akan berjalan ke depan, meninggalkan tempat biasa aku berdiri.
Kawan,, jika di perjalanan kelak kau temukan lagi benturan, kau boleh diam sejenak untuk memikirkan kembali secarik cerita yg kau tinggalkan jauh di belakang. Hanya saja,, kau tak boleh menyesali. Karena percuma saja,, itu semua tak akan kembali lagi.
Biar waktu yang akan mengajarimu, memperhatikanmu, menguatkan hatimu, menasehatimu, mendewasakanmu,, karena waktu akan terus berputar, ada atau pun tidak ada aku di sini.
Kawan,, tak sedikitpun ada dendam di hati,, hanya sedikit iba yg terasa. Namun itu wajar saja,, karena ada segores luka. Tenanglah,, akan aku sembuhkan seiring waktu, seiring perjalananku sendiri.
Kawan,, jika aku diam membisu, bukan berarti aku tak peduli. Aku,, hanya tak ingin lagi membebani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar