Menutupi tangis dg senyuman itu sesungguhnya perih, kawan.
Melangkah tegap penuh semangat menapaki jalan yg penuh duri, tetap tersenyum seolah tak peduli banyak luka yg menganga. Perih.
Tapi itulah kenyataannya, kawan. Meski ragu kerap menyapa, tapi kaki terus melangkah. Tak jelas akan bermuara kemana, yg pasti aku tak punya arah.
Menyatukan senyum & tangisan itu tak mudah, kawan. Perih.
Memberi dan terus memberi, tanpa pernah diberi. Seperti matahari. Menghangati dunia, membakar diri.
Harap itu ada, kawan. Tapi tak yakin akan diberi. Ingin itu ada, kawan. Tapi tak yakin dapat memiliki. Perih.
Yang ku tahu pasti setiap detik kehidupan itu adalah kejutan. Tak tahu kapan? Saat itu pasti datang, saat semua menghilang & tak kembali.
Jangan mencari, kawan. Jangan pernah merasa memiliki, kawan. Agar tak kau rasakan kehilangan.
Seperti matahari, memberi kehangatan, membakar diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar