Kupu-kupu tidak tahu warna sayap mereka, tapi orang-orang tahu betapa indahnya mereka.
Seperti juga dirimu, tidak tahu betapa indahnya dirimu, tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu di mataNya..
Ketika engkau tunduk dalam syari'atNya, Ridha atas takdirNya, Tersenyum dalam musibah, Tegar dalam ujian, Teguh dalam pendirian, Subhanallah...
Semoga engkau termasuk orang-orang yang terpilih menjadi hamba terindah di mataNya,, (^^)

Senin, 12 Desember 2011

Cerita Untukmu, Kawan Kecilku..

Setiap anak menginginkan sewaktu dilahirkan agar bisa tumbuh jadi anak sehat, cerdas, berbudi pekerti yang baik, pergaulan yang baik.

Tapi beda denganku,, setiap pagi aku  harus bangun pagi memakai pakain yang hanya satu dan sudah kumal, perut lapar & pergi untuk bekerja, setiap hari berjalan kaki meyusuri Lorong gelap, kotor dan bau tak sanggup aku mengirupnya tapi harus bagaimana lagi inilah tempatku, aku tak berkecil hati karena aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya ini yang aku punya. Orang tuaku tak mampu memberikan apa yang seharusnya aku dapatkan sebagai anak kecil.

Tapi,,, aku tak sanggup melawannya, memang sudah nasibku seperti ini.
Setiap hari menyusuri jalan-jalan. Tak peduli debu, panas, hujan, hanya untuk mendapatkan kasian orang lain kepadaku. Dalam hati merasa iri saat melihat di dalam mobil seorang ayah, ibu dengan anaknya yang memakai pakaian bagus sambil tertawa dan ceria. Andai saja aku bisa seperti itu,,,

Bertanya dalam hati kenapa aku seperti ini??? Sempat terpikir kenapa Tuhan tak adil. Tapi tak apalah,,, ini memang jalan hidupku. Setiap hari tak pernah berubah tetap seperti ini. Disaat anak-anak yang lain dapat dengan bebas memilih makanan yang mereka sukai, aku tak punya pilihan apa-apa. Saat mereka tidak menghabiskan sisa makanannya,, maka itulah yang dapat aku makan.

Mencari orang yang dermawan untuk memberikan koin untukku yang kelaparan dan kehausan ini. Memang aku diberikan kelebihan untuk berpikir bahwa perbuatan meminta-minta adalah tidak baik, tapi aku tak sanggup berbuat banyak, hanya ini yang aku bisa, karna orang tuaku tak sanggup memberi makanku & adik-adikku, tapi kadang2 aku juga suka waktu sore harinya membawa karung dan menyusuri rumah-rumah mewah.

Mungkin ada kiranya sebuah sampah yang bisa aku jual atau aku makan. Berjalan sampai malam hari tak peduli rasa kantuk ini mengganggu, tapi aku harus mendapatkan barang-barang yang bisa di jual yang oleh pemiliknya sudah tak terpakai dan dibuang ke tempat sampah. Itulah pekerjaanku setiap hari.

Malam hari aku pulang. Tak ada yang indah dalam rumahku. Tempat aku beristirahat dan berkumpul dengan keluarga, meskipun atap rumahku terbuat dari langit, lantai dari tanah dan beralaskan koran bekas.

Hari demi hari aku lalui dengan bekerja sebagai pengemis jalanan, suatu hari aku merasa tak enak badan. Kepalaku pusing, perutku sakit, aku tak sanggup berdiri, dan tak sadarkan diri, dan akhirnya raga ini tak sanggup menahannya, akhirnya aku pun meninggalkan tubuhku yang sudah kecil dan lemah ini.

Kata Terakhirku,,,
AKU DOAKAN BAGI ORANG YANG TELAH MEMBERIKAN SEDEKAH PADAKU AGAR MASUK SURGA, BIAR AKU MESTI DISIKSA DI NERAKA KARNA AKU KADANG SUKA MEMAKSA, TAPI AKU AKAN BERSAKSI HARI PENGADILAN NANTI BAHWA ORANG YANG YANG TELAH MEMBERIKAN SEDEKAH PADAKU JANGAN KAU SIKSA DARI API NERAKA.

Selamat tinggal dunia,, aku lebih dulu kesana.


*cerita untukmu kawan kecilku,, terima kasih telah membuka hati, mata & pikiranku hari ini.
(Perjalanan menemukan pelajaran di sudut kota,,, Ranah Minang, 19 okt 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar