Dan tak ketinggalan pula, dia yang tidak mengenal yang namanya pacaran, tetapi hanya mengenal ta’aruf untuk pernikahan, tidak mengenal dunia malam yang sebelum maghrib ia telah pulang kerumah demi menjaga kehormatan dirinya dari fitnah, tidak keluar rumah kecuali ada urusan yang sangat penting, tidak mementingkan kepentingan duniawi, seperti berdandan yang berlebihan, memakai minyak wangi yang berlebihan, ridho dengan ketentuan Allah yang mengharuskannya ‘ribet’ dengan memakai pakaian yang tidak menunjukkan bentuk lekuk tubuhnya, pakaian longgar, menutup seluruh tubuh yang hanya menampakkan muka dan telapak tangannya, berjilbab lebar dan tebal tidak tembus pandang dengan warna kalem agar tidak mencolok mata yang memandangnya plus ‘perlengkapan perang’ pelapis jilbab, manset mulai dari tangan hingga gamisnya, kaos kaki dan bahkan ada yang memakai cadar dengan niqab, yang belum pernah bersentuhan kulit dengan laki-laki ajnabi, yang tak rela sehelai saja rambutnya menyembul keluar dari balik hijabnya sehingga terlihat laki-laki ajnabi, yang merasa risih jubah bagian bawahnya sedikit saja tersingkap karena tak terlindungi celana pelapis rok atau gamisnya bagian dalam saat menstarter sepeda motornya lagi-lagi karena takut akan terlihat laki-laki ajnabi, yang merasa berdosa bila kaos kakinya belum sempat dikenakan sehabis berwudhu sekali lagi karena takut terlihat laki-laki ajnabi, selalu berhati-hati dalam bergaul, bertutur katanya sopan serta tak mau membicarakan orang lain karena takut menjadi ghibah dan sangat mempunyai etika, dia yang tak ingin wajahnya menjadi fitnah sehingga tak semudah itu difoto dan dimintai foto serta tak sembarangan pula ‘mengobral‘ fotonya dengan alasan menjauhi perkara syubhat, maka tak perlu lagi ditanya bagaimana sikapnya terhadap perkara yang haram, kalau bertemu lawan jenis seolah melihat musuh,kalau bisa tidak berpapasan dengan menjauh kemudian menunduk (bahasa lain gadhul bashor) dan kalau bicara dengan nada bicara yang tegas bukan karena galak atau bukan sosok yang lembut tapi karena ia menjaga suaranya yang dapat menjadi penyakit hati bagi lawan jenisnya.
Mau? Berusahalah memenuhi kriteria diatas, Bismillah..
Wallahu Ta’ala A’lam Bishowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar